Jeda bukan berarti berhenti total, melainkan memberi ruang agar kepala dan rutinitas tidak terus-menerus berpacu. Mulailah dengan menjadwalkan beberapa jeda pendek sepanjang hari untuk melakukan hal-hal sederhana.
Salah satu metode mudah adalah ritual minum teh atau air hangat selama beberapa menit. Duduk sejenak tanpa gangguan dan nikmati momen tersebut sebagai transisi antar aktivitas.
Matikan notifikasi untuk waktu singkat dan lakukan aktivitas yang melibatkan indera, seperti merasakan kain, memegang cangkir hangat, atau menghirup aroma kopi. Aktivitas sensoris membantu menandai jeda mental.
Lakukan tugas ringan yang memberi rasa pencapaian kecil, misalnya menyapu meja atau merapikan satu rak. Penyelesaian tugas sederhana memberi rasa ketenangan tanpa membutuhkan banyak energi.
Buat sudut jeda kecil di rumah atau kantor: kursi nyaman, selimut kecil, atau tanaman. Memiliki tempat khusus memudahkan Anda menghentikan laju sejenak saat dibutuhkan.
Akhiri jeda dengan mengulangi niat singkat, seperti ‘lanjutkan dengan jelas’ atau ‘beri perhatian pada satu hal berikutnya’. Kalimat sederhana ini membantu transisi kembali ke aktivitas tanpa terburu-buru.

